Tak tahu kenapa... hari ini aku begitu ingin muntah... bukannya aku kebanyakan minum alkohol... atau naik bus antar kota... atau naik feri nyebrang laut... karena di depan rumahku ada segunung sampah...setinggi gunung merapi... bau seanjing-anjingnya... sampah di depanku sudah menggunung... walau tak pernah ada yang mau mengaku menjadi kuncennya...ada siiih... tapi aku tak tahu siapa... kuncen edan membiarkan sampah menggunung di depan rumahku... jika didepan rumahmu ada segunung sampah seperti di depan rumahku... dan kamu ingin muntah mencium baunya... muntahkan kawan... muntahkan dari dalam perutmu... muntahkan yang ada dipikiranmu... muntahkan...
semua yang ingin kita muntahkan disinilah tempatnya, semacam ember yang siap diisi muntahan kami.
kepenatan yang memuncak yang bikin otak berputar memaksa kami untuk mengeluarkanya disini.
gak penting buat kalian, yang penting berguna buat kami....