akuinginmuntah
Bertrilyun doa bagi saudara2 kita yang tertimpa bencana, semoga kita, saya, anda, kalian, mereka, tabah !!
Ternyata bukan hanya urang (baca:gw/saya) yang harus introspeksi, kita semuanya patut introspeksi… melihat kebelakang apa saja yang telah diperbuat… dan melihat kedepan apa saja yang harus kita lakukan dan jangan kita lakukan…
perubahan adalah hal penting… tapi semua yang dilalui dalam prosesnya jauh lebih penting #akuinginmuntah#
STUCK…STUCK…SUCK…
Aaaaghhhhh anjist hari ini urang (baca :gw/saya) stuck, ga tau apa yang harus urang lakuin… seperti ga ada ruang lain selain urang…urang…dan urang… ga bisa kemana-mana diam ditempat… dan anjiiing… ini semua mulai membuat urang parno… seakan-akan ini semua akan terjadi selamanya…
Bukan sekali dua kali urang kaya gini, waaah ini pasti masanya urang nemuin ke-stuck-an… atau urang nyebutnya periodesasi keanjingan… hahahaha…istilah yang aneh… urang sekarang lagi stuck mikirin diri urang yang ga berkembang… yaaa… apa pun arti perkembangan itu… pemikiran urang masih yang itu2 aja… kelakuan, sikap, mental urang masih ga berubah masih yang dulu… apa ada yang salah… atau urang masih terlalu takut bahwa terlalu banyak kesalahan yang urang lakuin dan urang pikirin…
Introspeksi jalan terakhir buat melepaskan kebuntuan ini… yaaa mudah2an semua ini cepat selesai… #abilaksono-25Juli2006#
HIKAYAT MESIN ATMSenangnya…
Beberapa temanku tersenyum padaku pada saat kami berpapasan dengan mereka. Mereka selalu berkata mereka iri dengan kemesraan kami, tentu saja. Kami adalah pasangan paling di inginkan oleh seluruh orang di dunia, selalu manis bergandengan tangan dimanapun kami berada, bahkan di mesin ATM. Kami mempunyai banyak kebiasaan yang menarik di mata orang lain, seperti kesiangan bersama, bolos bersama, main plesetan kata-kata, apapun yang bisa bikin kami nyengir.
Mesin ATM masih kosong saat itu, tak ada seorangpun yang berdiri mengantri disana, kami masuk dan keluar dengan kecewa karena uang yang terdapat di rekeningku tak bisa diambil, karena melewati limit yang seharusnya. Hari itu kami libur kuliah, matahari masih bersinar, malah makin cerah saat itu. Makin membuat punggungku terasa di cakar-cakar oleh monster.
Pentagon tetap ramai seperti biasa, banyak anak-anak bahasa yang berpakaian sangat rapi bercengkrama, besenda gurau dan bercanda ria menunggu saatnya kuliah mereka di mulai, kontras dengan kami yang selalu menunggu jarum pada jam dinding yang terpasang di ruang tamuku untuk berputar kearah yang sebetulnya bisa dianggap merugikan kami.
Telat adalah kebiasaan kami sehari-hari. Mungkin itu hanya kesenangan sesaat saja, karena rasanya menyenangkan apabila aku tepat pada waktunya sampai di kelas ketika jarum jam telah melewati angka yang seharusnya kami telah duduk menguap di barisan belakang kursi-kursi chitose yang biasanya penuh dengan coretan atau gambar-gambar seniman jenuh yang terlahir ketika kelas benar-benar membosankan.
Hari yang indah, berjalan menuju kearah kontrakanku dengan perasaan ringan, masih dengan jalan yang sama, walaupun tanpa kerumunan seperti tadi, tetapi tergantikan oleh kerumunan pedagang-pedagang dijalan sempit itu. Dan lagu-lagu yang terasa risih kalau didengarkan di siang se-terik itu…
-ROGUE-
AKU INGIN MUNTAH PART.2
Pagi yang cerah untuk memulai hari ini… anehh… urang (baca : gw/saya) bangun subuh dan begitu menggebu ingin segera mandi dan gosok gigi… yaaa… sekarang kuliah pagi… bergegaslah urang dengan kekuatan yang tersisa menuju kampus… tapiii apa yang terjadi kawan ? dosennya ga dateng… aaarrrggghhhhh…
Post macam apa ini… anjing ga rame banget …
RIWAYAT SINGKAT (sebenernya bakal panjang lebar) ‘AKU INGIN MUNTAH’ part.1
[tolong kawaaaan baca post ini…. tolonglah saya kawan…!!!]Urang… (urang = gw/saya/daku dalam bahasa sunda)… urang belum biasa ngomong ataw ngetik pake kata gw, daku, ataw saya…. Urang lahir dengan segala dosa yang melekat… hidup sampe sekarang masih dengan dosa itu… dan menjadi seorang pendosa… yaaa… itu bukan cita2 urang pas kecil… pas kecil urang pengen jadi pilot… halah… yaa memang cita2 urang ga jauh beda sama cita2 temen seumuran urang waktu itu… kalo ga pilot yaaa jadi dokter…
Ngomongin cita2… pas esde cita2 urang nambah tinggian… pengan jadi piiiiilllloooooot… huahahaha….!!!!
Ahhhh…. Urang ngejawab pengen jadi pilot, itu mah biar keliatan ada semangat idup aja kalo ditanya sama sodara2 yang lebih tua ataw sama guru… da yang aslinya mah urang ga punya cita2… bisa idup aja… dah untung… (pikirkan kawan…!! baru esde aja urang dah punya pemikiran kaya gitu, apa lagi sekarang…)
ABI LAKSONO… nama urang di akte… yaaa cukup beruntung lah urang punya nama ini… samaan sama ketua DPR… ga ada untungnya sih sebenernya… tapi yaaa… dah ah … ga ada waktu lah buat ngebahas ini…
MUNTAH… uugggghhhh… pas pertama dengar langsung akrab dengan, ke’jiji’an, bau, kotor, tapi kalo kita udah muntah, waaaah… rasanya ringan banget… ga ada beban di badan kita …
sebenernya muntah itu… berasal dari bahasa sunda yaitu ‘runtah’ (sampah)… yaaa ga bener dan jangan dipercaya siiih… tapi nyambung kawan…!
‘runtah’ itu kan baunya di tolak tubuh kita dan bikin kita pengan muntah….
Aduuuh pembicaraan kita semakin keluar dari ajaran yang benar… ntar aja deh terusin kalo dah rada beneran otak kanan urang…!!! Tadi kepala urang dengan sukses tertimpa traktor… yaaa gini jadinya…
SELAMAT MUNTAH-MUNTAH DARI :
-ABI LAKSONO- ‘17 Juli 2006’
# rogue # rogue # rogue # rogue # rogue #
Sekarang aku ingin muntah part 1...
Tak tahu kenapa... hari ini aku begitu ingin muntah... bukannya aku kebanyakan minum alkohol... atau naik bus antar kota... atau naik feri nyebrang laut... karena di depan rumahku ada segunung sampah...setinggi gunung merapi... bau seanjing-anjingnya... sampah di depanku sudah menggunung... walau tak pernah ada yang mau mengaku menjadi kuncennya...ada siiih... tapi aku tak tahu siapa... kuncen edan membiarkan sampah menggunung di depan rumahku... jika didepan rumahmu ada segunung sampah seperti di depan rumahku... dan kamu ingin muntah mencium baunya...
muntahkan kawan... muntahkan dari dalam perutmu... muntahkan yang ada dipikiranmu... muntahkan...
#AKUINGINMUNTAH#
semua yang ingin kita muntahkan disinilah tempatnya, semacam ember yang siap diisi muntahan kami.
kepenatan yang memuncak yang bikin otak berputar memaksa kami untuk mengeluarkanya disini.
gak penting buat kalian, yang penting berguna buat kami....